MEDAN - Aksi demonstrasi yang
dilakukan kawan-kawan mahasiswa dari Aliansi Mahasiswa untuk Keterbukaan
Informasi Publik teryata sebagai wujud ungkapan rasa bahagia lantaran
mereka mampu mengkalahkan Unimed di PTUN Medan.
Selamat datang
| GMKI LUWUK ►► |
Showing posts with label Opini. Show all posts
Showing posts with label Opini. Show all posts
Thursday, April 3, 2014
Monday, September 2, 2013
Kemerdekaan dan Masa Depan Indonesia:
Suatu Refleksi Teologis1
Pengantar
Pluralitas masyarakat Indonesia merupakan suatu tantangan
(chalange) dan sekaligus peluang (opportunity) yang jarang sekali
terjadi dalam sejarah umat manusia, terutama dalam perspektif agama. Tantangan
karena keragaman agamanya, terutama agama-agama dunia, dapat menjadi sumber bagi
lahirnya konflik yang sangat serius dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara,
termasuk juga beragama. Bawaan nilai-nilai moral, etis dan spiritual agama-agama
dunia yang inherent, terutama karena agama-agama dunia belum berpengalaman
hidup dalam satu lingkungan sosial yang sama, dapat menjadi pemicu terciptanya konflik-konflik
tersebut. Peluang, karena kalau keragaman agama itu bisa tertangani secara
tepat, kemungkinan konflik itu bisa berubah menjadi dukungan moral, etis dan spiritual
yang positif bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara dan beragama. Maka,
pengalaman Indonesia bisa menjadi suatu sumbangan yang sangat dibutuhkan oleh manusia
masa kini. Dari waktu ke waktu, entah itu dalam dirinya sendiri agama mengandung
sikap-sikap yang eksklusif atau diperalat oleh para pengikutnya untuk mencapai tujuan-tujuan
tertentu, agama dapat mengakibatkan kehancuran bagi kemanusiaan itu sendiri. Lewat
agama dapat tercipta perbedaan kelas manusia, yang pada asasnya merupakan pengingkaran
terhadap keberadaan manusia itu sendiri. Dalam kerangka inilah, kasus Indonesia menjadi
sangat penting.
Tuesday, August 27, 2013
Mahasiswa Kristen se Asia Pasifik berkumpul di Manila membicarakan Komersialisasi Pendidikan
gmki.or.id. World Student Christian Federation regional Asia Pacific (WSCF AP)
setiap tahunnya mengadakan kegiatan human right justice and peace
(HRJP). Tema HRJP tahun ini adalah “Voices from the Margins in an era of
commercialization of education: Students Reclaiming Rights to Education
for All” kegiatan yang berlangsung di Manila ini dihadiri oleh
lima belas Student Christian Movement (SCM) dari total 20 SCM WSCF di
regional Asia Pacific. Kelima belas negara tersebut adalah Indonesia
(GMKI), Malaysia, Thailand, Kamboja, Taiwan, Myanmar, Banglades, India,
Nepal, Filipina, Australia, New Zealand, Hongkong, Jepang, dan Korea
Selatan. Kegiatan ini akan berlangsung selama 24 – 30 Agustus 2013 di
Communication Foundation for Asia, Manila, Filipina.
Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) mengutus sdr. Ayub
Pongrekun, yang merupakan Sekretaris Fungsi Bidang Komunikasi dan Hubungan Internasional Pengurus Pusat GMKI. Pada hari ini (25/8), tiap
tiap SCM diberikan kesempatan untuk menyampaikan mengenai kondisi
pendidikan di Negaranya masing-masing, menyangkut sistem pendidikan dan
persoalan yang dihadapi dalam dunia pendidikan.
Sesuai dengan temanya,
HRJP tahun ini fokus membicarakan persoalan komersialisasi pendidikan.
Selain menyampaikan soal kondisi pendidikan di Indonesia yang semakin
mengikuti liberlisasi pasar dan semakin meningkatnya komersialisasi
pendidikan, GMKI juga menyampaikan persoalan pendidikan yang belum
merata di Indonesia, terutama di daerah-daerah terpencil dan di daerah
perbatasan Indonesia. Kondisi pendidikan di pedalaman Papua, Papua Barat
dan kondisi di daerah Kaliantan Timur dan Barat menjadi hal yang
diangkat oleh delegasi GMKI mengenai kondisi pendidikan di perbatasan
Indonesia.
Sumber: PP GMKI
Wednesday, August 14, 2013
Soemarsono, Tokoh Kunci dalam Pertempuran Surabaya
Memangnya Dia Bisa Merobek Bendera Itu Sendirian
Soemarsono, Tokoh Kunci dalam Pertempuran Surabaya (3-Habis)
Soemarsono, Tokoh Kunci dalam Pertempuran Surabaya (3-Habis)
Setelah hampir 25 tahun tinggal di Sydney, Australia, Soemarsono
sempat ke Surabaya. Tujuh tahun yang lalu. Yakni ketika dia ke Jakarta
untuk menengok anak-anaknya. Kali ini dia ke Indonesia sebagai orang
asing. Ia ingin tahu bagaimana keadaan Kota Surabaya. Kota yang pada
1945 melakukan pertempuran besar dan dialah salah seorang tokoh
utamanya. Dia juga sempat ke Jalan Peneleh untuk melihat rumahnya yang
bersejarah itu.
Thursday, July 18, 2013
Mengenal Sosok Johannes Leimena, Pahlawan Nasional, Salah Satu Pendiri GMKI
Dokter
Johannes Leimena
atau yang biasa dipanggil "Om Jo" sangat dikenal dikalangan kader
GMKI. Beliau dilahirkan di Kota Ambon Maluku pada tanggal 06 Maret 1905. Pada tahun 1914, Leimena hijrah ke Batavia
(Jakarta) dimana ia meneruskan studinya di ELS (Europeesch Lagere
School), namun hanya untuk beberapa bulan saja lalu pindah ke sekolah menengah
Paul Krugerschool (kini PSKD Kwitang). Dari sini ia melanjutkan pendidikannya
ke MULO
Kristen, kemudian melanjutkan pendidikan kedokterannya STOVIA (School
Tot Opleiding Van Indische Artsen), Surabaya
- cikal bakal Fakultas Kedokteran Universitas
Indonesia.
Subscribe to:
Posts (Atom)



